Kamis, 11 Desember 2014

Belajar dari Jam Dinding





Ia terus berjalan dengan satu arah. Walaupun melewati jalan yang sama iya harus melewatinya. Tak perduli dengan kejadian yang pernah dialaminya hingga ia tidak bisa berdetak lagi, tapi ia akan terus tetap berjalan setelah diisi energi, ia pun berdetak dan dapat bekerja lagi. Terkadang kita harus belajar menjadi jam dinding. Tak perduli ia dilihat orang atau tidak ia tetep berdetak. Dihargai orang atau tidak ia tetap berputar. Ada yang berterimakasih atau tidak ia tetap “bekerja”. Lalu jika jam dinding bisa bicara, ia akan berkata: “Karena aku punya kualitas..komitmen..dan tanggung jawab”. Begitu pula dengan hidup kita, jika kita memberi atau menolong orang lain tidak perlu menunggu seseorang untuk berterimakasih atau balasannya, karena dengan kita ingin melihat/mendengar balasan atau ucapan terimakasih dari seorang tersebut berarti kita tidak ikhlas dan sungguh-sungguh untuk memberi atau menolong orang lain tersebut. Maka dari sini lah kita harus belajar ikhlas seperti jam dinding.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar