Ia terus berjalan dengan satu arah. Walaupun melewati jalan
yang sama iya harus melewatinya. Tak perduli dengan kejadian yang pernah
dialaminya hingga ia tidak bisa berdetak lagi, tapi ia akan terus tetap
berjalan setelah diisi energi, ia pun berdetak dan dapat bekerja lagi.
Terkadang kita harus belajar menjadi jam dinding. Tak perduli ia dilihat orang
atau tidak ia tetep berdetak. Dihargai orang atau tidak ia tetap berputar. Ada yang
berterimakasih atau tidak ia tetap “bekerja”. Lalu jika jam dinding bisa
bicara, ia akan berkata: “Karena aku punya kualitas..komitmen..dan tanggung
jawab”. Begitu pula dengan hidup kita, jika kita memberi atau menolong orang
lain tidak perlu menunggu seseorang untuk berterimakasih atau balasannya,
karena dengan kita ingin melihat/mendengar balasan atau ucapan terimakasih dari
seorang tersebut berarti kita tidak ikhlas dan sungguh-sungguh untuk memberi
atau menolong orang lain tersebut. Maka dari sini lah kita harus belajar ikhlas
seperti jam dinding.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar